Sabtu, 11 Juni 2016

Kebanyakan Orang

Again.

Tiap ke Dramaga pasti deh ngerasain luar biasa macetnya jalan raya tempat kampus tercinta berada. Malah kayaknya belum lengkap ngerasain IPB kalau belum kena macetnya. 😂

Terus di jalan mikir, emang sih jalan raya dramaga itu sempit. Sempit untuk ukuran jalan raya yang dilewati seabrek-abrek orang.

Orang di Bogor, terutama di Dramaga berasa udah banyak banget! Banyak banget! Kayaknya udah nggak jauh beda sama Jakarta. Isinya orang semua.

Tapi, nggak bisa nyalahin orang yang jumlahnya kebanyakan sih... Secara zaman dulu yang satu keluarga isinya 12 orang berasa di pelajaran sejarah diceritain nggak crowded-crowded banget negara ini.

Nah sekarang? Kota-kota besar kayaknya isinya orang semua! Sampai pada rebutan oksigen kali yak. #Ngaco

Yak, maklum aja sih, kota besar pusat peradaban, kemajuan, hidup lebih mudah di kota besar. Hm, maybe, saya belum ngerasain hidup lama di kota terpencil (dan nggak terlalu tertarik or pengen juga 😅).

Coba deh kota-kota pelosok disediakan fasilitas yang nggak kalah dengan kota besar. Baik itu lapangan kerja atau fasilitas penunjang kehidupan lainnya, mungkin kota-kota besar nggak akan terlalu crowded. Hm, mungkin, who knows?

Gampang ngomong gitu. Tapi, mungkin effort nya luar biasa buat narikin orang untuk mau membangun daerah or kota pelosok.

Btw, apa kabar ya program transmigrasi yang dulu pernah dipelajari pas mapel IPS sama Sosiologi? Kayak sekarang-sekarang ini nggak pernah dengar lagi soal program itu. Apa saya yang kurang update? 😅

Entah.

Selasa, 31 Mei 2016

Tiba-tiba Bertanya-tanya

Entah kenapa tiba-tiba kepikiran ISIS.

Yep, ISIS yang bikin runyam Suriah. Yang katanya, sebenarnya bentukan Israel dan anteknya.

Bagian dari konspirasi dunia yang ujung-ujungnya adalah perlawanan antara yang haq dan yang bathil.

Konspirasi yang saya sebenarnya nggak tahu banyak.

Bingung juga mau nanya ke siapa.

Mungkin level saya belum nyampe untuk tahu kenapa begini dan begitu. Kenapa bisa terjadi begini dan begitu. Latar belakang dan sebagai-bagainya.

Then what? Just keep it in your head.

Terus nanti ada yang nanya, emang hidup lo seberapa besar apa pengaruhnya sampai lo harus tahu semua itu.

What???

Bingung kan...

Ya, sudahlah...

Jumat, 27 Mei 2016

It's been a year

Antara nggak terasa dan terasa, sudah setahun di tempat kerja yang sekarang. Tempat kerja yang udah berasa tempat ngumpul bareng saudara.

Awal-awal bulan yang penuh perjuangan karena harus bagi fokus kerja dan menyelesaikan skripsi. Yiey, alhamdulillah keduanya bisa berjalan, meskipun salah satunya harus terseok-seok.

Kerja sangat menyenangkan.

Meskipun kadang-kadang bikin pusing.

Yang bikin nggak asyik adalah kalau mikirin uang, gaji, gengsi.

Gaji yang 'kata orang' kecil dan nggak sesuai.

Kerjaan yang nggak pas sama core ilmu saat kuliah.

Padahal saya merasa jadi bisa banyak bersyukur hidup cukup.

Merasa bahagia banget kalau isi rekening, hitam di atas putih nggak akan cukup sampai akhir bulan, tapi ada aja jalan dari Allah supaya cukup.

Ngelihat teman-teman kuliah yang diskusi soal kerjaan mereka di grup kelas, nggak ngerasa ilmu yang dipelajari waktu di kampus dulu sia-sia kok. Nggak ada ilmu yang percuma. Di sini juga bisa tetap banyak belajar.

Dituding dan menuding diri sendiri egois karena melakukan hal yang disenangi. Tapi, rasanya udah mulai muak.

Jadi, jalani saja deh apa yang ada.

Bukan berarti saya nggak punya tujuan.

Hidup saya sekarang masih on the track visi besar hidup saya kok.

Soal uang, gaji, gengsi itu nggak usah terlalu dipikirin. (Parah! 😂)

Tapi, itu yang bisa saya lakukan supaya saya tetap sehat.

Toh hidup nggak cuma mengejar uang, gaji, gengsi.

Just do the work. Biar Allah swt yang mengatur seberapa porsi rezeki yang pantas kita dapatkan.